Cara membaca Candlestick (Filosofi) - Sebagaimana pernah saya katakan bahwa bursa adalah perang dalam dunia maya.
Sebagaimana layaknya perang berisikan strategi-strategi tertentu untuk memenangkan perang tersebut. Perang tidak hanya perang melawan musuh tapi perang juga berisikan perang melawan diri kita sendiri, kapan saat yang tepat untuk maju kapan saat yang tepat untuk beristirahat kapan saat untuk mundur kapan saat menggunakan logika menggunakan otot kapan saat berpura-pura dan sebagainya.
Baca The art of war, peace and war atau sejarah tentang berbagai macam kemenangan dan kejatuhan suatu rezim, suatu emperor.
Candlestick berisikan suatu kekuatan dari Candle bisa di ibaratkan perang antara si putih dan si hitam. Candle beisikan kekuatan yang tergambar jelas dari penjual dan pembeli dan membaca psikologis market itu yang sangat diperlukan dalam candle, sehingga kita akan terbiasa dengan kata "whats up, something happen"
Contoh dibawah ini logika candlestick:
![]() |
| Cara membaca Candlestick (Filosofi) |
![]() |
| Cara membaca Candlestick (Filosofi)2 |
Candle pada dasarnya di bagi menjadi 3 bagian besar:
- Single candle mencerminkan kekuatan jual dan beli tiap BAR nya.
- Candle union mencerminkan kekuatan jual dan beli dalam suatu komunitas market yang sederhana
- Candle community yang mencerminkan kekuatan jual dan beli dalam suatu market yang complicated dan universal.
![]() |
| Cara membaca Candlestick (Filosofi)4 |
![]() |
| Cara membaca Candlestick (Filosofi)4 |
Karena candle sebenarnya cerminan dari volume uang yang ada di market, tiap bentuk mempunyai suatu nilai psikologis sendiri yang menggambarkan psikologis perang yang terjadi, yang menggambarkan strategi yang harus dihadapi para jendral para trendsetter harga, itulah gambaran dasar yang harus dimengerti oleh para pelaku pasar apa hakekat dibalik formasi candlestick.
- Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua factor lain (market action discounts everything);
- Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (prices move in trends);
- Sejarah akan terulang (history repeat itself);
Pernyataan no.1, “Pergerakan harga yang terjadi di pasar telah mewakili semua faktor lain (Market action discounts everything)” adalah faktor terpenting dan menjadi dasar filosofi utama bagi seorang trader tipe ‘Technicalist’.
Mereka yakin bahwa segala sesuatu yang bisa mempengaruhi harga saham – baik dari segi fundamental, politik, maupun faktor-faktor lainnya – secara psikologi sebenarnya telah tercermin pada pergerakan harga yang terjadi di pasar.
Hal ini dikarenakan Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply & Demand) yang membentuknya. Dari dasar hukum ekonomi ini, para trader Technicalist ini menyimpulkan, bahwa :
“Apapun alasannya, jika demand lebih besar daripada supply, maka harga akan naik (bullish).
Sebaliknya, jika supply lebih besar daripada demand, maka harga akan turun (bearish)”.
Jadi chart sendiri tidaklah menyebabkan harga naik, ataupun turun, namun :
Chart merupakan cerminan psikologi dari pelaku pasar itu sendiri
“Chart” dapat diibaratkan seperti sebuah “foto”. Dari gambar yang terpotret di sebuah foto, kita dapat memperkirakan, apakah orang tersebut sedang sehat atau sakit, bahagia atau sedih, dan lain sebagainya
Pernyataan pada poin 2 , bahwa “Terdapat suatu pola kecenderungan dalam pergerakan harga (Prices move in trends), hal ini merupakan adaptasi dari Hukum Newton I tentang pergerakan (Newton’s First Law of Motion).
Hukum tersebut dipaparkan oleh ilmuwan besar Sir Isaac Newton, pada makalahnya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjelang akhir abad ke-16, yang secara garis besar menyimpulkan bahwa :
“Sebuah pola pergerakan akan terus berlanjut, sampai terdapat tanda-tanda akan berhenti, atau berbalik arah.”
(Saya jadi ingat pada cerita tentang mobil di persimpangan jalan, yang saya tulis pada artikel saya “reverse pattern”)
Hal inilah yang menjadi prinsip dasar trader tipe Technicalist yang mendayagunakan sebuah “pola kecenderungan atau trend” , untuk menghasilkan keuntungan (profit).
Jadi:
Kemampuan untuk meng-identifikasi suatu trend merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan di dalam trading
Pernyataan no.3 “History repeat itself”, menunjukkan bahwa suatu pola grafik (candle-pattern), yang sering terjadi, atau berulang dari waktu ke waktu, adalah merupakan akibat serta refleksi dari psikologis dan sifat dasar manusia, yang tetap sama sejak dulu (fear & greedy).
Saya berpikir, dan merenungkan tiga point penting di atas, tiba-tiba saya tersadar bahwa pernyataan no.2 mirip sekali dengan penjelasan mentor saya mengenai ilustrasi si Tua dan si Muda:
Ketika suatu candle sudah naik terlalu tinggi (tua), maka candle tersebut akan berbalik turun (menjadi muda), demikian pula sebaliknya, ketika suatu candle sudah turun terlalu dalam (tua), maka suatu saat candle tersebut akan berbalik naik (menjadi muda) (thanks Coach, untuk ilustrasi-nya 🙂 )
Dan setelah membaca 3 filosofi utama trader tipe Technicalist ini, saya pun mendapatkan suatu keyakinan baru, bahwa :
Melatih kebiasaan mengidentifikasi suatu trend (candle-pattern), pada akhirnya akan meningkatkan kewaspadaan dan kompetensi di dalam proses trading saya, menjadi “unconscious competence”.
Cara membaca Candlestick (Filosofi)




2 comments
Write commentsHalo, boleh saya minta kontak anda? bila anda berkenan, saya ingin mendiskusikan kerja sama. Terimakasih
ReplyPilihan untuk bertindak untuk mencapai apa yang Anda inginkan sepenuhnya terserah Anda. Tidak ada persyaratan - hanya kebebasan memilih.
ReplyTim Unichange.me terus bekerja untuk menyediakan Anda dengan berbagai arah pertukaran untuk menjamin Anda banyak pilihan untuk menjalankan pertukaran Anda.
Temukan pilihan, pelajari, dan tentukan pilihan Anda! Tim kami selalu siap melayani Anda untuk memandu Anda melalui pertukaran Anda .